HTML

materi kuliah

Selasa, 27 Juli 2010

CA PENKREAS

P


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena atas rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.
Tugas penyusunan tugas makalah ini adalah bukti upaya penulis untuk menyelesaikan sesuatu yang terbaik. Walaupun demikian, penulis menyadari bahwa apa yang dihasilkan masih banyak kekurangan dan kekeliruannya. Maka dari itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca agar dapat terwujud kearah yang lebih baik.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penulis bersedia menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun sebagai penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih atas segala kebaikan dan bantuan yang diberikan mudah-mudahan mendapat balasan dari Allah SWT yang berlipat ganda.
Amin Yarabbal A’lamiin.


Makassar, 16 APRIL 2008

KELOMPOK 2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kelenjar endokrin mencakup kelenjar hipofisis (pituitaria), tiroid, paratiroid, adrenal, pulau langerhans, ovarium dan testis.
Semua kelenjar ini menyekresikan produknya langsung ke dalam darah, berbeda dengan kelenjar eksokrin,mis kelenjar keringat, yang menyekresikan produknya lewat saluran ke permukaan epitelial. Hipothalamus berfungsi sebagai penghubung antara sistem saraf dan sistem endokrin.
Zat-zat kimia yang disekresikan oleh kelenjar endokrin disebut hormon. Hormon membantu fungsi organ agar bekerja secara terkoordinasi dengan sistem saraf. Sistem regulasi ganda ini, dimana kerja cepat sistem saraf diimbangi oleh kerja hormon yang lebih lambat, memungkinkan pengendalian berbagai fungsi tubuh secara tepat dalam bereaksi terhadap berbagai perubahan di dalam dan di luar tubuh.
Kelenjar endokrin tersusun dari sel-sel sekretorik yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil atau asinus. Meskipun terdapat duktus, kelenjar endokrin memiliki suplai darah yang kaya sehingga za-zat kimia yang diproduksinya dapat langsung memasuki aliran darah dengan cepat. (KMB Brunner & Suddarth, 2001).
B. Tujuan Penulisan
1. Menjelaskan konsep medik dari kanker pankreas
2. Menjelaskan konsep keperawatan dari kanker pankreas
3. Mengetahui patofisiologi dan penyimpangan KDM.
BAB II
KONSEP MEDIK
A. DEFINISI
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). (Sylvia, 2006)
Kanker berawal dari kerusakan materi genetika atau DNA (Deoxyribo Nuclead Acid) sel. Satu sel saja yang mengalami kerusakan genetika sudah cukup untuk menghasilkan suatu jaringan baru, sehingga kanker disebut juga penyakit seluler (Tjokronegoro, 2001)
Kanker adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan gangguan pertumbuhan seluler dan merupakan kelompok penyakit dan bukan hanya penyakit tunggal. (Doegoes, 2000)
Kanker Pankreas merupakan tumor ganas yang berasal dari sel-sel Yang melapisi saluran pankreas. Sekitar 95% tumor ganas pankreas merupakan adenokarsinoma. Tumor-tumor ini lebih sering terjadi pada laki-laki dan agak lebih sering menyerang orang kulit hitam. Tumor ini jarang terjadi sebelum usia 50 tahun dan rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada penderita yang berumur 55 tahun. (Brunner & Suddarth, 2001)


B. ETIOLOGI
Adapun etiologi dari Kanker Pankreas yaitu :
1. Faktor Resiko Eksogen
 Merupakan adenoma yang jinak dan adenokarsinoma yang ganas yang berasal dari sel parenkim (asiner atau sel duktal) dan tumor kistik.
Yang termasuk factor resiko eksogen adalah makanan tinggi lemak dan kolesterol, pecandu alkohol, perokok, orang yang suka mengkonsumsi kopi, dan beberapa zat karsinogen.
2. Faktor Resiko Endogen
 Contohnya : Penyakit DM, pankreatitis kronik, kalsifikasi pankreas (masih belum jelas)
(Setyono, 2001)
Penyebaran kanker/tumor dapat langsung ke organ di sekitarnya atau melalui pembuluh darah kelenjar getah bening. Lebih sering ke hati, peritoneum, dan paru. Tapi agak jarang pada adrenal, Lambung, duodenum, limpa.
Kanker di kaput pankreas lebih banyak menimbulkan sumbatan pada saluran empedu disebut  Kolestasis Ekstrahepatal.
Tumor akan masuk dan menginfiltrasi duodenum sehingga terjadi perdarahan di duodenum. Kanker yang letaknya di korpus dan kauda akan lebih sering mengalami metastasis ke hati, bisa juga ke limpa. (Setyono, 2001)
C. INSIDEN
Insiden kanker pankreas terus meningkat sejak 20 hingga 30 tahun yang lalu, khususnya pada orang-orang yang bukan kulit putih. Kanker pankreas merupakan penyebab kematian terkemuka pada urutan ke-4 di Amerika Serikat dan paling sering ditemukan pada usia 60 – 70an tahun.
Kebiasaan merokok, kontak dengan zat kimia industri atau toksin dalam lingkungan, serta diet tinggi lemak,daging atau pun keduanya. Memiliki hubungan dengan peningkatan insidens kanker pankreas meskipun peranannya dalam menyebabkan kelainan keganasan ini masih belum jelas seluruhnya.
Risiko kanker pankreas akan meningkat bersamaan dengan tingginya kebiasaan merokok. Pankreas dapat pula menjadi tempat metastasis dari tumor lain. (KMB Brunner & Suddarth, 2001).

D. GEJALA KLINIS
Penyakit kanker pankreas dapat tumbuh pada setiap bagian pankreas, adalah pada bagian kaput, korpus atau kauda dengan menimbulkan gejala klinis yang bervariasi menurut lokasi lesinya dan bagaiman pulau langerhans yang mensekresikan insulin.
Tumor yang berasal dari kaput pankreas (yang merupakan lokasi paling sering) akan memberikan gambaran klinik tersendiri. Dalam kenyataannya, karsinoma pankreas memiliki angka keberhasilan hidup 5 tahunan, paling rendah bila dibandingkan dengan karsinoma lainnya. (Tjokronegoro, 2001)


Gejala khas yaitu :
Nyeri pada abdomen yag hebat khususnya pada epigastrium. Rasa sakit dan nyeri tekan pada abdomen yang juga disertai nyeri pada punggung, terjadi akibat iritasi dan edema pada pankreas sehingga timbul rangsangan pada ujung-ujung saraf.
Ikterus  Karena sumbatan pada duktus koledikus.
Kadang-kadang timbul perdarahan gastrointestinal yang terjadi akibat erosi pada duodenum yang disebabkan oleh tumor pankreas.
Gangguan rasa nyaman menyebar sebagai rasa nyeri yang menjengkelkan ke bagian tengah punggung dan tidak berhubungan dengan postur tubuh maupun aktivitassinoma pankreas.
Serangan nyeri dapat dikurangi dengan duduk membungkuk.
Umumnya terjadi ansietas  Dimana sel-sel ganas dari kanker pankreas sering terlepas dan masuk ke dalam rongga peritoneum sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya metastasis.
Timbulnya gejala defisiensi insulin yang terdiri atas glukosuria, hiperglikemia dan toleransi glukosa yang abnormal  Diabetes dapat menjadi tanda dini kanker pankreas.
E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. LABORATORIUM
Darah  anemia karena terjadi defisiensi zat besi, nutrisi, perdarahan per anal.
- Amylase serum meningkat.
- TES faal hati bilirubin, serum, SGT, SGOT
- Kadar glukosa darah > 20 %.
Urine  Pada penderita Diabetes Melitus
Tinja  Apakah terapung dan kadar lemaknya meningkat
2. PEMERIKSAAN ABDOMEN
Pada pemeriksaan abdomen akan terasa suatu massa epigastrium. Letak tumor pada peritoneal. Pada beberapa pasien dapat di raba adanya pembesaran kandung empedu, hepatomegali (akibat bermetastasis). Bila ditemukan asites maka akan terjadi invasi ke peritoneum.
3. PEMERIKSAAN RADIOLOGI
 Yang paling baik adalah dengan menggunakan ERCP (Endoscopic Retrogade Cholangiong Pancreatography).
 Duodenoskop  Dengan memasukkan media control ke dalam canula melalui papilla vateri ke dalam duktus pankreatikus.
 PTC (Percutaneous Transhepatic Cholangiography)  merupakan tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mengenali obstruksi saluran empedu oleh tumor pankreas. Apabila ada tanda kolestasis ekstrahepatik di ujung duktus koledikus yang tumpul.
 Ultrasonografi
a. Tanda Primer yaitu pembesaran local pankreas, densitas gema massa yang tampak rendah homogen, pelebaran saluran pankreas pada kaput.
b. Tanda sekunder  timbul gejala pelebaran saluran empedu.
4. PEMERIKSAAN ENDOSKOPI
a. Duodenoskopi  Akan tampak pendesakan antrum lambung ke ventral.
b. Laparaskopi  Bila terlihat pembesaran organ di sekitar kurva duodenal yang berbenjol, dengan disertai vaskularisasi.
5. PEMERIKSAAN CT
 Dapat dilakukan untuk menentukan apakah tumor tersebut masih dapat diangkat melalui pembedahan.
 Pada pelebaran saluran pankreas sebagai akibat sumbatan di kaput.
6. TERAPI DENGAN SUPORTIF
Untuk pasien yang sudah memperlihatkan tanda kolestasis ekstrahepatik maka dilakukan dekompresi dengan cara pengisapan cairan empedu.

F. PROGNOSIS
 Pada fase lanjut, prognosis jelek terutama pada pasien yang sama sekali tidak mendapatkan terapi apapun.
 Bila yang masih dikpresi, hidupnya dapat diperpanjang.

G. PENATALAKSANAAN
Tindakan bedah yang harus dilakukan biasanya cukup luas jika kita ingin mengangkat tumor terlokalisir yang masih dapat direseksi. Namun demikian, terapi bedah yaitu definitive (eksisi total lesi) . sering tidak mungkin dilakukan karena pertumbuhan yang sudah begitu luas. Tindakan bedah tersebut sering terbatas pada tindakan paliatif.
Meskipun tumor pankreas mungkin resisten terhadap terapi radiasi standar, pasien dapat diterapi dengan radioterapi dan kemoterapi (Fluorourasil, 5-FU) . jika pasien menjalani pembedahan, terapi radiasi introperatif (IORT = Intraoperatif Radiation Theraphy) dapat dilakukan untuk memberikan radiasi dosisi tinggi pada jaringan tumor dengan cedera yang minimal pada jaringan lain serta dapat mengurangi nyeri pada terapi radiasi tersebut













BAB III
KONSEP KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN
AKTIVITAS/ISTIRAHAT
Gejala : Kelemahan dan atau keletihan
Perubahan pada pola istirahat & jam kebiasaan tidur pada malam hari, adanya faktor-faktor yang mempeiatan.
Pekerjaan mempengaruhi tidur, mis nyeri, ansietas, berkeringat malam, serta Keterbatasan partisipasi dalam melakukan kegiatan
Pekerjaan dengan pemajanan karsinogen lingkungan, tingkat stress tinggi.
SIRKULASI
Gejala : Palpitasi, nyeri dada pada pengerahan kerja.
Kebiasaan : Perubahan pada TD
INTEGRITAS EGO
Gejala : Faktor stres (keuangan, pekerjaan, perubahan peran) dan cara mengatasi stress, mis: merokok, minum alkohol, keyakinan/religius.
Masalah tentang perubahan dalam penampilan, mis : lesi cacat, alopesia, pembedahan.
Menyangkal diagnosis, perasaan tidak berdaya, putus asa, tidak mampu, tidak bermakna, rasa bersalah, kehilangan control, serta depresi.
Tanda : Menyangkal, menarik diri, marah.
CAIRAN/MAKANAN
Gejala : Kebiasaan diet buruk (mis: rendah serat, tinggi lemak, aditif, bahan pengawet).
Anoreksia, mual/muntah, Intoleransi makanan.
Perubahan pada BB, penurunan BB hebat, berkurangnya massa otot.
Tanda : Perubahan pada kelembaban / turgor kulit, mis edema.
NYERI/KENYAMANAN
Gejala : Tidak ada nyeri, atau derajat bervariasi mis: ketidaknyamanan ringan sampai nyeri berat.
PERNAPASAN
Gejala : Merokok (tembakau, mariyuana, hidup dengan seseorang yang merokok).
KEAMANAN
Gejala : Pemajanan pada kimia toksik, karsinogen.
Pemajanan matahari lama / berlebihan.
Tanda : Demam
Ruam kulit, ulserasi.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Adapun diagnosa keperawatan pada pasien kanker pankreas yaitu :
1. Nyeri berhubungan dengan obstruksi pankreas.
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan obstruksi saluran cerna.
3. Nutrisi, perubahan berhubungan dengan penurunan pemasukan oral.
4. Kurang pengetahuan berhubungan dengan salah interpretasi penyakit atau ketidaktahuan tentang penyakit tersebut.

C. PATOFISIOLOGI
SEL NORMAL

DIDAPAT (LINGKUNGAN) KERUSAKAN DNA
AGEN PERUSAK DNA :
KIMIA,RADIASI,VIRUS MUTASI DALAM GENOM SEL SOMATIK

MEROKOK MENGGANTI GEN YANG MENGATUR APOPTOSIS
 BAHAN KIMIA MEMPERHATIKAN HASIL GEN YG SUDAH DIGANTI & HASIL GEN
MERUSAK SEL DNA PENGATUR YANG HILANG
NEOPLASMA GANAS / KANKER
SEL ONKOGEN YG ME PERTUMBUHAN
TERJADI MUTASI TAMBAHAN
NEOPLASMA GANAS
D. INTERVESI
1. Diagnosa keperawatan  Nyeri Berhubungan Dengan Obstruksi Pankreas.
INTERVENSI RASIONAL
1. Tentukan riwayat nyeri, mis: Lokasi nyeri, frekuensi, durasi dan intensitas.
2. Evaluasi terapi tertentu, mis : pembedahan,radiasi, kemoterapi.
3. Berikan tindakan kenyamanan dasar (mis : reposisi) dan aktivitas hiburan
4. Evaluasi penghilang nyeri/control.  Informasi memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan.
 Ketidaknyamanan rentang luas, mis nyeri insisi, kulit terbakar.
 Meningkatkan relaksasi & membantu memfokuskan kembali perhatian.
 Tujuannya adalah control nyeri maksimum dengan pengaruh minimum.

2. Diagnosa keperawatan  Kekurangan volume cairan berhubungan dengan obstruksi saluran cerna.
INTERVENSI RASIONAL
1. Pantau masukan makanan setiap hari, biarkan pasien menyimpan buku harian tentang makanan sesuai indikasi.
2. Dorong pasien untuk makan diet tinggi kalori kaya nutrient, dengan masukan cairan adekuat.
3. Control faktor lingkungan
4. Identifikasi pasien yang mengalami mual/muntah yang di antisipasi.  Mengidentifiksikan kekuatan/defisiensi nutrisi
 Kebutuhan jaringan metabolic di tingkatkan begitu juga dengan cairan.

 Dapat mentriger respons mual/muntah.
 Mual/muntah psikogenik terjadi sebelum kemoterapi mulai secara umum tidak berespons terhadap obat antiemetiK.

3. Diagnosa keperawatan  Nutrisi, perubahan berhubungan dengan penurunan pemasukan oral.
INTERVENSI RASIONAL
1. Pantau masukan dan haluan dan berat jenis.
2. Pantau tanda vital.
3. Dorong peningkatan masukan cairan sampai 3000 ml/hari sesuai toleransi individu.
4. Observasi terhadap kecenderungan perdarahan.  Keseimbangan cairan negative terus-menerus, menurunkan haluan renal.
 Menunjukkan keadekuatan volume sirkulasi.
 Membantu dalam memelihara kebutuhan cairan dan menurunkan resiko efek samping yg membahayakan.
 Identifikasi dini terhadap masalah yg memungkinkan intervensi segera.

4. Diagnosa keperawatan  Kurang pengetahuan berhubungan dengan salah interpretasi penyakit atau ketidaktahuan tentang penyakit tersebut.
INTERVENSI RASIONAL
1. Tinjau ulang pasien/orang terdekat pemahaman diagnosa.
2. Tentukan persepsi pasien tentang kanker dan pngobtan kanker.
3. Berikan pedoman antisipasi pada pasien/orang terdekat mengenai penyakit tersebut.  Menvalidasi tingkat pemahaman saat ini, mengidentifikasi kebutuhan belajar.
 Membantu mengidentifikasi ide, sikap, rasa takut, kesalahan konsepsi, dan kesenjangan.
 Pasien mempunyai “hak untuk tahu” dan berpartisipasi dalam mengambil keputusan. Informasi yang akurat dan detil membantu menghilangkan rasa takut dan ansietas.

E. EVALUASI
1. Diagnosa keperawatan  Nyeri Berhubungan Dengan Obstruksi Pankreas.
Hasil yang diharapkan :
• Melaporkan penghilangan nyeri maksimal / control dengan pengaruh minimal.
• Mengikuti aturan farmakologis yang ditentukan.
2. Diagnosa keperawatan  Kekurangan volume cairan berhubungan dengan obstruksi saluran cerna.
Hasil yang diharapkan :
• Menunjukkan keseimbangan cairan yang ade Kuat dibuktikan oleh tanda vital stabil, membran mukosa lembab, turgor kulit baik, pengisisan kapiler cepat, dan haluaran urine adekuat secara individual.
3. Diagnosa keperawatan  Nutrisi, perubahan berhubungan dengan penurunan pemasukan oral.
Hasil yang diharapkan :
• Mendemonstrasikan BB stabil, penambahan BB progresif kearah tujuan dengan normalisasi nilai laboratorium dan bebas tanda malnutrisi.
• Pengungkapan pemahaman pengaruh individual pada masukan adekuat.
• Berpartisipasi dalam intervensi spesifik untuk merangsang nafsu makan.
4. Diagnosa keperawatan  Kurang pengetahuan berhubungan dengan salah interpretasi penyakit atau ketidaktahuan tentang penyakit tersebut.
Hasil yang diharapkan :
• Mengungkapkan informasi akurat tentang diagnosa dan aturan pengobatan pada tingkatan kesiapan diri sendiri.
• Melakukan dengan benar prosedur yang diperlukan dan menjelaskan alasan tindakan.
• Melakukan perubahan gaya hidup yang perlu dan berpartisipasi dalam aturan pengobatan.












BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
I. Konsep medik dari kanker pankreas adalah
1) Kanker Pankreas merupakan tumor ganas yang berasal dari sel-sel Yang melapisi saluran pankreas.
Sekitar 95% tumor ganas pankreas merupakan adenokarsinoma. Tumor-tumor ini lebih sering terjadi pada laki-laki dan agak lebih sering menyerang orang kulit hitam. Tumor ini jarang terjadi sebelum usia 50 tahun dan rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada penderita yang berumur 55 tahun.
2) Adapun etiologinya adalah :
• Faktor Resiko Eksogen
• Faktor Resiko Endogen
3) Gejala khas dari kanker pankreas adalah :
a. Nyeri pada abdomen yag hebat khususnya pada epigastrium.
b. Ikterus
c. Kadang-kadang timbul perdarahan gastrointestinal
d. Timbulnya gejala defisiensi insulin yang terdiri atas glukosuria, hiperglikemia dan toleransi glukosa yang abnormal  Diabetes dapat menjadi tanda dini kanker pankreas.
II. Konsep keperawatan
Adapun diagnosa keperawatan pada pasien kanker pankreas yaitu :
1. Nyeri berhubungan dengan obstruksi pankreas.
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan obstruksi saluran cerna.
3. Nutrisi, perubahan berhubungan dengan penurunan pemasukan oral.
4. Kurang pengetahuan berhubungan dengan salah interpretasi penyakit atau ketidaktahuan tentang penyakit tersebut.


B. SARAN
Di harapkan sebelum diskusi di adakan, di beri terlebih dahulu materi yang sesuai dengan materi kuliah.












DAFTAR PUSTAKA

Brunner dan Suddarth., 2001, KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH VOLUME 2, EGC : JAKARTA.
Marilynn E. Doengoes dkk., 2000, RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN EDISI 4, EGC : JAKARTA.
R. Sjamsuhidajat dan Wim dejong., 1997, BUKU AJAR ILMU BEDAH, EGC : JAKARTA
Setyono, Joko., 2001, KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH, Salemba medika : Jakarta
Sylvia A. Price dan Lorraine M. Wilson., 2006. PATOFIOLOGI EDISI 6. EGC : JAKARTA.
Tjokronegoro, Prof.dr.Arjatmo., 2001, ILMU PENYAKIT DALAM JILID II EDISI 3, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta.












A. PATOFISIOLOGI
SEL NORMAL

DIDAPAT (LINGKUNGAN) KERUSAKAN DNA
AGEN PERUSAK DNA :
KIMIA,RADIASI,VIRUS MUTASI DALAM GENOM SEL SOMATIK

MEROKOK MENGGANTI GEN YANG MENGATUR APOPTOSIS
 BAHAN KIMIA MEMPERHATIKAN HASIL GEN YG SUDAH DIGANTI & HASIL GEN
MERUSAK SEL DNA PENGATUR YANG HILANG
NEOPLASMA GANAS / KANKER
SEL ONKOGEN YG ME PERTUMBUHAN
TERJADI MUTASI TAMBAHAN
NEOPLASMA GANAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar